Selasa, 07 April 2009

SALES KIT

SALES KIT

PETERNAKAN KAMBING UNGGULAN

ANGGARI AGRIBISNIS

I. PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

Ternak kambing merupakan salah satu komoditi sektor peternakan yang mempunyai prospek ekonomi yang bagus jika dikembangkan dengan intensif. Dimana kalau dilihat dari perkembangannya ternak kambing saat ini masih dikembangkan dengan cara tradisional dan hanya sebagai usaha sampingan masyarakat. Sedangkan jenis kambing yang diusahakan masih tergolong jenis kambing lokal dengan volume ternak yang masih sedikit (rata-rata ≤ 2 ekor induk/KK). Padahal ketersediaan pakan lokal yang melimpah menjadi pendukung, jika usaha ternak kambing dikembangkan dengan baik dan mengarah kepada usaha yang komersil ini akan menjadi sumber usaha dan penghasilan baru.

Melihat kondisi tersebut diatas maka di daerah Kamang Hilir Kecamatan Kamang Magek kami Divisi Anggari Agribisnis dibawah CV. Anggari Lentera Rezki telah memulai pengembangan peternakan kambing dengan jenis kambing unggulan yang dimulai sejak Desember 2005. Adapun jenis kambing unggul yang pertama dikembangkan didaerah itu adalah jenis kambing peranakan Etawa dan Menggala. Nilai ekonomis yang didapatkan dari peternakan kambing jenis ini adalah tingginya produksi susu dan daging bila dibandingkan dengan kambing lokal (kacang). Nilai ekonomis yang didapat dari jenis kambing ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis kambing lokal.

Dimulai sejak Desember 2005 kami memulai usaha peternakan dengan jumlah kambing 2 ekor dengan jenis Jawa Randu. Kemudian setelah perawatan selama 6 bulan kambing tersebut sudah mulai bekembang menjadi 4 ekor. Dengan perkembangan yang lebih lanjut sampai tahun 2006 jumlah kambing yang sudah bekembang menjadi 8 ekor.

Melihat perkembangan jumlah kambing dan manfaat yang diperoleh maka, kami memulai mengembangkannya kearah yang lebih profesional dan perawatan yang intensif. Maka dari itu kami mengambil inisiatif untuk membeli tambahan kambing sebanyak 3 ekor dengan jenis peranakan Etawa. Dengan bertambahnya jumlah kambing dengan pemeliharaan yang baik, maka dari jumlah kambing tersebut kami sudah mendapatkan beberapa manfaat dari pemeliharaannya yaitu hasil penjualan susu dan hasil penjualan beberapa ekor kambing pada pedagang dan kotorannya untuk pertanian.

Dengan pemeliharaan kambing unggulan yang kami usahakan dan melihat manfaat yang telah kami peroleh, maka beberapa masyarakat di daerah kami berminat untuk mengusahakan kambing jenis ini. Dengan adanya minat yang serius dari masyarakat tersebut maka kami mengambil inisiatif untuk memberikan beberapa ekor kambing dengan cara bagi hasil. Setelah dilakukan pemeliharaan oleh masyarakat tersebut maka jumlah kambing yang diberikan menjadi bertambah.

Melihat perkembangan dan manfaat yang telah dirasakan beberapa masyarakat di daerah Jorong Dalam Koto Kecamatan Kamang Magek yang telah memelihara kambing unggul ini, maka terhitung sejak awal tahun 2007 sampai saat ini sudah banyak yang berminat untuk memelihara kambing unggul ini. Bukti tingginya minat masyarakat untuk memelihara ternak kambing ini adalah banyaknya masyarakat yang bertanya dan berniat untuk membeli kambing pada kami. Karena terbatasnya jumlah kambing yang tersedia pada kami, maka masyarakat keinginan masyarakat untuk memelihara kambing tersebut tidak terpenuhi, malahan sampai saat sekarang masih banyak masyarakat yang bertanya tentang cara memelihara ternak kambing unggulan ini.

Dengan kondisi diatas, saat ini kami sudah memulai lagi bagaimana mengembangkan peternakan ini kearah yang lebih intensif dan minat masyarakat tersebut dapat terpenuhi. Maka dari itu beberapa langkah dan usaha telah kami lakukan terkait dengan pengembangan ternak ini.

Dengan niat mengembangkan peternakan kambing unggulan maka dari itu kami Anggari Agribisnis merumuskan program pengembangan. Pengembangan ini lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada pada masyarakat tersebut. Setelah dilakukan kajian maka sistem dan cara yang cocok dilakukan dengan melibatkan masyarakat adalah dengan sistem pengelolaan usaha Inti Plasma. Inti Plasma adalah salah satu cara pengelolaan usaha dengan melibatkan masyarakat yang mempunyai potensi baik itu sumberdaya alam dan kemauan. Anggari Agribisnis sebagai perusahaan inti plasma dan masyarakat pemelihara sebagai plasma.

Dalam program ini Anggari Agribisnis telah merancang suatu program dalam bentuk usaha peternakan kambing dengan Sistem Inti Plasma. Program ini melibatkan investor, pengelola inti dan plasma (masyarakat pemelihara). Program ini mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan yang kita harapkan manfaatnya:

Investor

  • Peningkatan pendapatan keluarga, sebagai investor kontemporer (penyertaan investasi dalam bentuk penitipan induk kambing)
  • Kepeduliam kita pada masyarakat di kampung yang merupakan bagian dari ibadah.

Masyarakat

Masyarakat mendapat penghasilan tambahan dari waktu, usaha dan lahan mereka yang selama ini kurang produktif dengan sistem kerjasama bagi hasil.

Inti Plasma

Menunjang program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain mendatangkan keuntungan bagi investor, usaha ini sejalan dengan program pemerintah menciptakan lapangan usaha di bidang peternakan yang meningkatkan pendapatan bagi saudara-saudara kita di pedesaan yang tidak mampu dengan cara bagi hasil.

A. Latar Belakang

ü Sumberdaya alam yang memadai untuk pengembangan peternakan kambing

ü Terbatasnya lahan untuk mengembangkan usaha, maka

ü Usaha tambahan masyarakat yang pada umumnya adalah Petani

ü Produktifitas lahan dan waktu yang masih kurang

ü Meningkatkan peranserta masyarakat dalam pembangunan peternakan

ü Meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan

B. Maksud

Anggari Agribisnis dengan dukungan partisipasi masyarakat dan dunia usaha lainnya ingin membangun usaha peternakan kambing perah dalam rangka penyediaan bakalan induk, susu kambing serta pengolahan kotoran menjadi pupuk hasil buangan dari peternakan kambing.

C. Tujuan

ü Terciptanya usaha peternakan kambing perah yang dilakukan oleh masyarakat sebagai usaha produktif dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada.

ü Tersedianya bakalan kambing perah yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut dalam rangka produksi bakalan dan susu serta produk olahan lainnya seperti Pupuk Organik.

ü Ikut berpartisispasi dalam menciptakan lapangan usaha sebagai sumber penghasilan tambahan keluarga melalui program peternakan kambing dibawah binaan Anggari Agribisnis.

D. Sasaran

ü Masyarakat petani ekonomi lemah, pemanfaatan sumberdaya yang ada dan waktu sebagai usaha menambah penghasilan keluarga.

ü Investor sebagai pendukung meningkatkan ekonomi masyarakat dalam rangka investasi sambil beribadah, disamping itu memberikan keuntungan peningkatan pendapatan keluarga.

ü Pemerintah daerah Kabupaten Agam melalui program pengembangan kambing perah ini dapat dijadikan sebagai daerah unggulan penghasil susu kambing dan pupuk organik. Disamping itu sebagai usaha dalam pemberantasan kemiskinan serta peningkatan perekonomian masyarkat pedesaan.

I. VISI DAN MISI ANGGARI AGRIBISNIS

A. Visi

Menjadikan Kamang Magek sebagai sentral penghasil bakalan dan susu kambing murni melalui peran serta masyarakat petani ternak, investor dan pemerintah.

B. Misi

· Menjalankan peternakan kambing perah dengan pola peternakan inti plasma.

· Menghimpun partisipasi investor dalam program peternakan inti plasma.

· Mengembangkan peternakan inti plasma sebagai usaha unggulan khususnya Kamang Magek, dan Kabupaten Agam pada umumnya.

II. PRINSIP KERJA INTI PLASMA PETERNAKAN KAMBING

Sistim pemeliharaan kambing yang dipakai adalah sistin Inti Plasa. Perusahaan inti berperan sebagai manajemen peternakan agar program ini dapat berjalan dengan baik. Sedangkan peternak sebagai plasma mendapatkan pendampingan dari perusahaan inti . Untuk pengembangan peternakan ini didukung oleh investor.

a. Mekanisme Usaha Inti Plasma Peternakan Kambing Perah

Unsur Pola Inti Plasma

* Anggari Agribisnis berperan sebagai inti Plasma (managing) peternakan.

* Masyarakat pemelihara ternak sebagai plasma.

* Investor (Masyarakat, Pemerintah) sebagai pemodal.

* Dinas instansi pemerintah terkait sebagai fasilitator.

* Menggunakan sistim syariah yaitu bagi hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak.

* Resiko investasi ( kematian kambing) akan ditanggung bersama.

Antara Anggari Agribisnis (Perusahaan Inti) dengan Investor

* Menandatangani surat kesepakatan bersama.

* Menyerahkan uang tunai kepada anggari Agribisnis (perusahaan inti) sesuai dengan yang ada dalam kesepakatan bersama.

* Anggari Agribisnis akan membelikan induk kambing untuk di peranakkan oleh masyarakat pemelihara.

* Periode waktu tertentu Anggari Agribisnis akan memeberikan lapopran perkembangan investasinya kepada investor (progress report).

* Lamanya investasi adalah satu masa periode kambing melahirkan anak (anak kambing sudah di sapih) ± 8 bulan, atau lebih sesuai keinginan investor.

* Setelah itu kepada investor akan dikembalikan investasinya yaitu sebesar nilai induk kambing di tambah bagi hasil dari hasil pemeliharaan induk sebagai investasi.

* Ketentuan lebih ditail diuraiakan dalam surat kesepakatan bersama.

Antara Anggari Agribisnis (Perusahaan Inti) dengan Masyarakat Pemelihara (Plasma)

* Masyarakat mengajukan minat sebagai pemelihara kambing, dan menyetujui ketentuan yng disepakai dengan inti plasma (Anggari Agribisnis).

* Anggari Agribisnis (Inti) melakukan survey kelayakan pemeliharaan kambing serta memberikan saran dan masukan sebagai syarat pemeliharaan (lokasi, kandang dan pakan).

* Masyarakat (Plasma) mempersiapkan persyaratan pemeliharaan kambing, kandang dengan berkonsultasi dengan perusahaan inti.

* Anggari Agribisnis akan memberikan bibit kambing sesuai dengan permintaan Plasma.

* Plasma akan memelihara kambing sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh perusahaan inti.

Antara Anggari Agribisnis (Perusahaan Inti) dengan Pemda

* Pemda melalui dinas terkait akan membantu terlaksananya progran peternakan inti plasma ini, melalui sosialisasi, menghimpun pendanaan, teknis pemeliharaan, mengatasi penyakit serta pemasaran.

* Segala biaya yang timbul akan menjadi beban perusahaan inti

* Pemda melalui dinas terkait memberikan bantuan penyuluhan dan pembinaan demi terkasananya program ini.

b. Kewajiban dan Hak Angggari Agribisnis (Perusahaan Inti)

* Melaksanakan pembinaan dan pendampingan plasma dalam pemeliharaan kambing (lokasi, kandang, pakan, perawatan paska melahirkan anak, serta pemasaran hasil).

* Membantu dalam pelaksanaan perkawinan kambing ( penyediaan pejantan dan IB).

* Membantu dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadai seperti penanggulangan penyakit.

* Memperoleh pembagian bagi hasil usaha peternakan yang dilakukan.

c. Kewajiban Masyarakat pemelihara (Plasma)

* Mematuhi dan melaksanakan teknik-teknik beternak sesuai dengan arahan dan bimbingan perusahaan inti.

* Menyediakan kandang, lahan pakan, serta pemeliharaan dengan biaya sendiri.

* Menanam dan memelihara lahan pakan hijauan.

* Memelihara dan menjaga induk berikut anaknya dengan baik dan benar serta penuh rasa tanggunjawab.

* Memberikan informasi serta berkomunikasi secara aktif dengan perusahaan inti berkaitan dengan pemeliharaan.

* Menerima pembagian hasil terhadap anak yang dilahirkan dan hasil susu perahan induk kambing yang dipelihara. Sedangkan hasil kotoran dapat dimanfaatkan oleh peternak.

* Pembagian hasil dapat dilakukan pada saat anak telah disapih ( berumur (±3 bulan).

d. Pemerintah Daerah

* Membantu memfasilitasi pelaksanaan program ini.

* Memberikan kemudahan dalam pelayanan administratif, sarana prasarana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

* Melalui dinas terkait membantu dalam hal penyediaan modal, bibit, mencegah dan mengatasi penyakit kamibng serta dalam hal pemasaran.

* Dapat berperan sebagai investor kontemporer.

MANFAAT TERHADAP STAKEHOLDER

Kelompok Masyarakat sebagai Plasma

* Menciptakan lapangan kerja dam meningkatkan pendapatan keluarga.

* Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia.

* Meningkatkan produktifitas lahan dan waktu.

Anggari Agribisnis sebagai Perusahaan Inti dan Investor

* Berusaha menanamkan modal sambil membantu masyarakat yang kurang mampu.

* Transfer teknologi tepat guna kepada masyarakat.

* Ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

* Memanfaatkan sumberdaya keuangan yang berorientasi win-win solution.

Pemerintah Daerah

* Menunjang program pemerintah dalam hal peternakan.

* Merupakan suatu upaya dalam pemberantasan kemiskinan.

* Adanya peran serta swasta dalam pembangunan.

* Meningkatkan investasi di daerah.

* Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

* Meningkatkan peredaran uang di nagari dan daerah.

* Membantu mewujudkan arah pembangunan daerah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar